Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

06 November 2012

Sejarah Monumen Stonehenge

Stonehenge merupakan sebuah monumen batu peninggalan manusia purba pada zaman Perunggu dan Neolithikum yang terletak berdekatan dengan Amesbury sekitar 13 kilometer (8 batu) barat laut Salisbury Plain, Propinsi Wilshire, Inggris.

Stonehenge sendiri terdiri dari tiga puluh batu tegak (sarsens) dengan ukuran yang sangat besar (masing-masing batu pada mulanya seragam tingginya, yaitu 10 meter dengan masing-masing batu mempunyai berat 26 ton), semua batu tegak tersebut disusun dengan bentuk tegak melingkar yang dikenal sebagai megalithikum.
Terdapat perdebatan mengenai usia sebenarnya lingkaran batu itu, tetapi kebanyakan arkeolog memperkirakan bahwa sebagian besar bangunan Stonehenge dibuat antara 2500-2000 SM. Bundaran tambak tanah dan parit membentuk fase pembangunan monumen Stonehenge yang lebih, awal sekitar 3100 SM. Walaupun seusia dengan ( henges ) zaman Neolithikum yang menye rupai Stonehenge, Stonehenge mungkin memiliki keterkaitan dengan bulatan batu lain yang terdapat di British Isle seperti Cincin Brodgar namun ukuran trilitonnya sebagai contoh menjadikannya unik. Tempat ini dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986.
Di dalam 30 lingkaran batu besar tadi, juga masih terdapat sekitar 30 batu dengan ukuran yang lebih kecil yang dinamakan Lintels, yang disusun dengan bentuk melingkar juga.Tapi pada saat ini keba nyakan batu-batu tegak tadi telah terkikis dan jatuh.
Prasejarah
Menurut Arkeolog inggris, Richard Jhon Coplan Atkinson (1950), Stonehenge kira-kira dibangun sekitar 5000 tahun silam, pembangunannya sendiri dibagi menjadi beberapa fase (I,II,IIIa,IIIb, dan IIIc). Tentunya dengan banyaknya tahapan fase dalam pembangunan Stonehenge, menunjukkan bahwa bangunan tersebut memerlukan waktu yang sangat lama dalam pengerjaannya, mulai dari peng angkutan batunya sendiri sampai tahap pengukiran pada setiap batunya. Pene muan diketahui adanya ukiran disetiap batu Stonehenge, hal ini baru diketahui oleh para peneliti baru-baru ini. Menurut seorang Arkeolog, Tom Goskar, dengan metode scaning laser, ukiran-ukiran pada batu tersebut baru akan terlihat. Jika deng an mata telanjang tidak akan terlihat. Tentunya dengan ditemukannya bentuk-bentuk ukiran pada bebatuan, setidaknya bisa memberikan secercah harapan untuk menguak kegunaan Stonehenge pada masa lalu.
Kompleks Stonehenge dibangun dalam beberapa fase pembangunan selama 2.000 tahun dan sepanjang kurun waktu itu aktivitas terus berjalan. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya sesosok mayat seorang Saxon yang dipancung dan dikebumikan di tugu peringatan tersebut, dan kemungkinan mayat tersebut berasal dari abad ke-7 M.
Stonehenge I
Monumen pertama terdiri dari lingkaran tebing bulat dan parit berukuran 115 meter (320 kaki) diameter dan dengan satu pintu masuk di bagian timur laut. Fase ini adalah sekitar 3100 SM. Di bagian luar kawasan lingkaran terdapat 59 lubang, dikenal sebagai lubang Aubrey untuk memperingati Jhon Aubrey, arkeolog abad ketujuh belas yang merupakan orang pertama yang mengetahui lubang-lubang tersebut. Dua puluh lima dari lubang Aubrey diketahui mempunyai perkebumian abu pada dua abad setelah berdirinya Stonehenge. Tiga puluh abu mayat diletakkan di dalam parit kawasan lingkaran dan bagian lain dalam kawasan Stonehenge. Tembikar Neolitikum akhir telah ditemukan bersama-sama ini memberikan bukti tanggal. Sebuah batu tunggal monolit besar yang tidak dilicinkan dikenal sebagai ‘Batu Tumit’ ( Heel Stone ) terletak di luar pintu masuk.
Stonehenge II
Bukti fase kedua tidak lagi kelihatan. Bagaimanapun bukti dari beberapa lubang tiang dari waktu masa ini membuktikan terdapatnya beberapa bangunan kayu yang dibangun dalam kawasan lingkaran sekitar awal milenium ketiga SM. Beberapa kesan papan yang didapati dile takkan pada pintu masuk. Fase ini sama dengan tempat Woodhenge yang terletak berdekatan.
Stonehenge IIIa
Ekskavasi arkeologi menunjukkan bahwa sekitar 2600 SM, dua lengkungan bulan sabit dibuat dari lubang (dikenal sebagai lubang Q dan R) yang digali di tengah-teng ah lokasi. Lubang tersebut mengandung 80 batu biru tegak yang dibawa dari bukit Preseli, 250 batu di Wales. Batu-batu tersebut dibentuk menjadi tiang dengan teliti, kebanyakan terdiri dari batu jenis dolerite bertanda tetapi juga termasuk contoh batu rhyolite, tufa gunung berapi, dan myolite seberat 4 ton.
Pintu masuk dilebarkan pada masa ini menjadikannya selaras dengan arah matahari naik pertengahan musim panas dan matahari terbenam pertengahan musim semi masa tersebut. Monumen tersebut ditinggalkan tanpa disiapkan, sementara batu biru kelihatannya di pindah dan lubang Q dan R ditutup. Ini kemungkinan dilakukan pada masa fase Stonehenge IIIb. Monumen ini kelihatannya melebihi tempat di Avebury dari segi kepentingannya pada akhir masa ini dan Amesbury Archer, ditemukan pada tahun 2002 tiga batu ke selatan, membayangkan bagaimana Stonehenge kelihatan pada masa ini. Stonehenge IIIa dikatakan diba ngun oleh orang Beaker
Stonehenge IIIb
Pada aktivitas fase berikutnya pada akhir milenium ketiga 74 SM mendapati batu Sarsen yang besar dibawa dari kueri 20 batu di utara di lokasi Marlborough Downs. Batu-batu tersebut dikemaskan dan dibentuk dengan sambungan pasak dan ruas sebelum 30 didirikan membentuk bulatan tiang batu berukuran 30 meter diameter dengan 29 atap batu ( lintel ) di atas. Setiap bongkah batu seberat 25 ton dan jelas dibentuk dengan tujuan membuat kagum.
Batu orthostat lebar sedikit di bagian atas agar memberikan gambaran ia kelihatan lurus dari bawah ke atas sementara batu alang melengkung sedikit untuk menyambung gambaran bundar monumen lebih awal.
Di dalam bulatan ini terletak lima trili thon batu sarsen diproses dan disusun dalam bentuk ladam. Batu besar ini, sepuluh menegak dan lima batu alang, dengan berat masing-masing hingga 50 ton yang disambungkan dengan sambungan rumit. Ukiran pisau belati dan kepala kapak terdapat di sarsen. Dalam masa ini, jalan sepanjang 500 meter dibangun, menuju ke arah timur laut dari pintu masuk dan mengandung dua pasang tambak selaras yang berparit di tengahnya. Terakhir dua batu portal besar dipasangkan di pintu masuk yang kini hanya tinggal satu, Batu Penyembelihan ( Slaughter Stone ) 4,9 meter (16 kaki) panjang. Hal ini dipercayai hasil kerja kebudayaan Wessex Zaman Perunggu awal, sekitar 2000 SM.
Stonehenge IIIc
Selepasnya pada Zaman Perunggu, batu biru kelihatannya telah ditegakkan semula, dalam bulatan antara dua tiang sarsen dan juga dalam bentuk ladam di tengah, mengikuti tata layout sarsen. Walaupun ia kelihatannya satu fase kerja yang menakjubkan, pembangunan Stonehenge IIIc dibangun kurang teliti berbanding Stonehenge IIIb, batu biru yang ditegakkan kelihatannya mempunyai pondasi yang tidak kokoh dan mulai tumbang. Salah satu dari batu yang tumbang telah diberi nama yang kurang tepat sebagai Batu Penyembahan ( Altar Stone ). Dua bulatan lubang juga digali di luar bulatan batu yang dikenal sebagai lubang Y dan Z. Lubang-lubang ini tidak pernah diisi dengan batu dan pembangunan lokasi peringatan ini kelihatannya terbiarkan sekitar 1500 SM.
Stonehenge IV
Sekitar 1100 SM, jalan raya Avenue disambung sejauh lebih dari dua batu sampai ke Sungai Avon walaupun tidak jelas siapakah yang terlibat dalam kerja pembangunan tambahan ini.
Teori mengenai Stonehenge
Penelitian serius pertama dilakukan sekitar 1740 oleh William Stukeley. Stukeley keliru menyatakan bahwa lokasi ini dibangun oleh Druid, tetapi sumbangannya yang terpenting adalah mengambil gambar yang terukur mengenai lokasi Stonehenge yang membenarkan analisis yang lebih tepat tentang bentuk dan kepentingannya. Yang menunjukkan bahwa henge dan batunya disusun dalam bentuk tertentu yang mempunyai kepentingan astronomi.
Gerald Hawkins, Seorang Profesor Astronomi. Juga mengeluarkan pernyataan bahwa fungsi sesungguhnya dari Stonehenge dimasa lalu adalah sebagai Observatorium Astronomi yang canggih untuk meramalkan datangnya Gerhana Matahari ataupun Bulan (Stonehenge Decoded). Munurutnya, peletakkan setiap batu pada stonehenge mengandung kekayaan informasi untuk menunjang pernyataan tersebut.
Menurutnya, “Jika anda bisa memahami posisi pada setiap susunan batu, maka anda pasti dapat menyimpulkan mengenai kegunaan Stonehenge pada masa lalu”. Para Astronom lainnya juga menemukan siklus 56 tahun Gerhana Matahari dan Bulan dengan cara mendecode setiap batu pada Stonehenge.
Pada setiap batu tegak, merefleksikan posisi tertentu dari cahaya matahari, sehingga sangat akurat untuk menunjukkan siklus perhitungan astronomi. Sungguh hebat orang-orang zaman itu.
Bagaimana batu biru diangkut dari Wales telah banyak dibincangkan dan berdasarkan penelitian bahwa ia mungkin merupakan sebagian dari batu peringatan lebih awal di Pembrokeshire dan dibawa ke Dataran Salisbury ( Salisbury Plain ). Banyak arkeolog percaya bahwa Stonehenge merupakan percobaan mengekalkan dalam bentuk batu, bangunan papan yang bertaburan di Dataran Salisbury seperti Tembok Durrington.
Monumen ini diselaraskan timur laut – barat daya dan keutamaan diletakkan oleh pembangunnya pada titik balik matahari dan equinox sebagai contohnya, pada pertengahan pagi musim panas, matahari muncul tepat di puncak batu tumit ( Heel stone ), dan cahaya pertama matahari ke tengah Stonehenge antara dua susunan batu berbentuk ladam. Ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Matahari timbul pada arah berlainan pada permukaan geografi tempat berlainan. Untuk penyelarasan itu tepat, ia mesti diperkirakan tepat untuk garis lintang Stonehenge pada 51° 11’. Penyelarasan ini, tentunya dasar bagi reka dan bentuk dan tempat bagi Stonehenge. AlexanderThom berpendapat bahawa lokasi tersebut diatur menurut ukuran yar megalitikum.
Maka sebagian pendapat bahwa Stonehenge melambangkan tempat observatorium kuno, walaupun berapa jauh penggunaan Stonehenge untuk tujuan tersebut dipertentangkan. Sebagian pendapat pula mengemukakan teori bahwa ia melambangkan farah besar (Artikel dari the Observer), komputer atau juga lokasi pendaratan makhluk asing.
Banyak perkiraan mengenai pencapaian mesin diperlukan untuk membangun Stonehenge. Mengandaikan bahwa batu biru ini dibawa dari Wales dengan tenaga manusia dan bukannya oleh gletser sebagaimana dugaan Aubrey Burl, pelbagai cara untuk memindahkannya dengan menggunakan tali dan kayu. Pada 2001, suatu percobaan untuk mengalihkan satu batu besar sepanjang jalan darat dan laut yang mungkin dari Wales ke Stonehenge. Sukarelawan menariknya di atas luncur ( sledge ) kayu di daratan tetapi jika dipindahkan ke replika bot prasejarah, batu tersebut tenggelam diSelat Bristol.
Ukiran senjata pada sarsen adalah unik pada seni megalitikum di Kepulauan British ( British Isles ) di mana desain lebih abstrak, begitu juga batu berbentuk ladam kuda adalah luar biasa bagi kebudayaan yang mengatur batu dalam bentuk bundar. Motif tersebut biasa bagi penduduk Brittany pada masa itu dan pada dua fase Stonehenge telah dibangun di bawah pengaruh continental influence. Ini dapat menjelaskan pada satu tahap, tentang reka dan bentuk monumen, tetapi pada keseluruhannya, Stonehenge masih dapat dijelaskan dari segala konteks kebudayaan Eropa prasejarah.
Perkiraan mengenai tenaga manusia yang diperlukan untuk membangun pelbagai fase Stonehenge meletakkan jumlah keseluruhan yang terlibat atas berjuta jam manusia bekerja. Stonehenge I kemungkinan memerlukan sekitar 11.000 jam, Stonehenge II sekitar 360.000 dan pelbagai baian bagi Stonehenge III mungkin melibatkan sehingga 1.75 juta jam. Membentuk batu-batu ini diperkirakan memerlukan 20 juta jam manusia menggunakan perkakas primitif yang terdapat pada masa itu. 
Mitos dan legenda
Batu Tumit ( The Heel Stone ) pada suatu masa dikenal sebagai Friar’s Heel. Cerita rakyat, yang tidak dapat dipastikan asalnya lebih awal dari abad ke tujuh belas, menceritakan asal nama batu ini.
Sebagian pendapat mendakwa Tumit Friar ( “Friar’s Heel” ) adalah perubahan nama “Freya’s He-ol” atau “Freya Sul”, dari nama Dewa Jerman Freya dan (didakwa) perkataan Welsh bagi “laluan” dan “hari matahari” menurut turutan.
Sebuah argumen yang mengejutkan tentang sejarah Stonehenge di kemukakan oleh seorang ahli Sejarah dan Topografi Irlandia, Gerald Wales. Dia menyebutkan bahwa Manusia Raksasa telah membawa batu-batu maha besar tersebut dari Afrika ke Inggris. Dari struktur geologi pada batu-batu penyusun Stonehenge sendiri memang menunjukkan bahwa batu-batu maha besar itu bukanlah berasal dari wilayah Eropa, karena strukturnya sangat berbeda, namun mirip dengan batu-batuan dari wilayah Afrika.
Stonehenge juga dikaitkan dengan legenda Raja Arthur. Geoffrey dari Monmouth berkata bahwa tukang sihir Merlin telah melakukan pemindahan Stonehenge dari Irlandia, di mana ia telah dibangun di Gunung Killaraus oleh raksasa yang membawa batu-batu tersebut dari Afrika.
Jika Manusia raksasa itu memang ada, seperti yang kita ketahui, pembangunan The Great Pyramid Giza Mesir, katanya juga ada sangkut pautnya dengan para Manusia Raksasa. Bagaimana cara mereka membawa batu-batu berat tersebut? Mungkin hal ini dimungkinkan jika Manusia Raksasa dengan tinggi 7-10 meter yang mengangkut sekaligus menyusun bebatuan tersebut.
Sumber: http://misteridunia.wordpress.com


Sejarah Patung Liberty

Patung Liberty, kebanggaan dan simbol Kota New York, ternyata bukan dibuat di New York. Patung tersebut, yang ternyata di desain oleh pemahat Prancis, Frederic-Auguste Bartholdi pertama kali dibangun dan disusun di Prancis pada tahun 1874. Patung Dewi Kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke-100.

Setelah selesai dibuat di Prancis, patung tersebut dibongkar, dan dikemas dalam 200 muatan besar untuk dikirim ke Amerika. Patung Liberty selanjutnya disusun kembali di Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York. Sedemikian lama proses pengepakan ini, hingga patung Liberty baru bisa diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886, sepuluh tahun setelah HUT kemerdekaan Amerika yang ke-100. Dengan tinggi 46 meter dan berat 204 ton, Patung Liberty berdiri diatas landasansetinggi 46 meter. Bagian dalamnya diisi oleh rangka baja, sementara bagianluarnya dibuat dari plat tembaga. Rangka baja patung Liberty, dibuat dan dirancang oleh Gustave Eiffel, orang yang juga merancang dan membangun Menara Eiffel.
Sumber: http://id.shvoong.com

05 November 2012

Sejarah Legenda Sinterklas

Legenda Sinterklaas muncul pada ribuan tahun silam. Dewa perang dalam legenda Eropa Utara, saat musim dingin, menunggang kudanya yang berkaki 8 berlari cepat ke ujung langit penjuru laut, menjatuhkan hukuman kepada yang jahat dan memuji yang baik, membagikan hadiah. Pada saat yang sama, anaknya yaitu Dewa Petir yang berbusana merah dengan petir sebagai senjatanya berperang dengan semua dewa salju di kegelapan malam, yang berakhir dengan kemenangannya.
Ada juga legenda yang mengatakan bahwa Sinterklaas berasal dari St. Nicholas, karenanya Sinterklaas juga disebut St. Nicholas, oleh karena kisah-kisah ini sebagian besar mengobarkan semangat Kristen, tempat asal, alur cerita kebanyakan telah dilupakan, namun Sinterklaas malah kekal abadi di dalam dunia rohani banyak orang. Setiap tahun pada hari Natal, Sinterklaas menunggang di atas konstelasi Aries, bocah suci memegangi pohon cemara (pohon Natal) turun ke dunia manusia, namun seiring dengan perubahan kehidupan manusia, pengarang dan seniman mulai melukiskan Sinterklaas menjadi wujud Sinterklaas berbusana merah dan berjanggut putih yang kita kenal sekarang.
Bersamaan itu juga terdapat penjelasan yang berbeda terhadap negara dan budaya yang berbeda. Asal-usul Sinterklaas di Jerman berdasarkan pada cerita Dewa Woden (dari sini juga muncul istilah ‘Wodenesday’ atau hari Woden, di mana kita menyebutnya Wednesday (hari Rabu). Woden penting bagi para penduduk di tempat yang sekarang kita kenal sebagai Jerman dan orang-orang Teuton kuno, di samping orang-orang Inggris. Woden, yaitu seorang tokoh di dalam sejarah, digambarkan di dalam mitologi sebagai menunggang kuda putihnya melalui udara, dengan berpakaian jubah yang berjela-jela. Dia mempunyai janggut putih yang panjang dan topi yang besar kerana dia juga dipercayai mempunyai kebijaksanaan, dan dia membawa sebuah buku di dalam tangannya.
Sinterklaas ini merias diri menjadi orang suci yang meletakkan buah berkulit keras dan apel di dalam sepatu anak-anak. Ia mengendarai kereta kuda beroda dua keliling di segala penjuru, mengamati sikap dan perilaku orang-orang, terutama anak-anak, apabila memperlihatkan perilaku yang baik, akan mendapatkan hadiah berupa buah apel, buah berkulit keras, permen dan sejumlah besar hadiah lainnya. Sedangkan anak yang buruk perilakunya hanya akan mendapatkan cambuk. Inilah yang mengilhami orang tua untuk menggunakan legenda tersebut sebagai pendorong semangat anak-anak.
Di Italia, tokoh Sinterklaas muncul dari cerita mengenai seorang nenek sihir yang bernama Befana. Ia mendapatkan tugas dari malaikat untuk memberikan hadiah kepada Tuhan Yesus pada saat Yesus dilahirkan, seperti juga orang Majus, tetapi karena kelalaiannya ia datang terlambat. Oleh sebab itu Befana mendapat hukuman tiap tahun sebelum kelahiran Yesus, ia harus memberikan hadiah sebanyak mungkin kepada anak-anak kecil yang tidak mampu. Kepercayaan ini dianut oleh banyak orang, sehingga pemuka agama di Italia mengambil keputusan agar kepercayaan ini dialihkan ke Sinterklaas. Inilah awal dari kepercayaan bahwa Sinterklaas selalu memberi hadiah kepada anak-anak.
Di negeri Belanda, Santa Klaus dikenali sebagai Sinterklaas. Sinterklaas adalah seorang bisop yang memakai penutup kepala dan mempunyai sebuah buku yang mencatatkan perbuatan baik dan dosa. Dia mempunyai tongkat gembala dan menunggang seekor kuda putih di atas bumbung-bumbung rumah. Sinterklaas mempunyai seorang hamba bernama Black Peter. Di Belanda, anak-anak menyanyikan lagu-lagu di sekitar cerobong kepada Sinterklaas. Black Peter mendengar di atas cerobong itu untuk menentukan sama ada anak-anak itu menyanyikan lagu-lagu yang betul dan menyediakan pemberian-pemberian yang sesuai kepada kuda Sinterklaas, yaitu Karot dan Jerami. Hadiah-hadiah kemudian diberikan kepada anak-anak itu melalui cerobong tersebut.
Ketika kaum kolonialis Belanda tiba di benua Amerika, mereka juga membawa serta uskup Sinterklaas mereka, digambarkan mengenakan kasaya merah, dan mengendarai seekor kuda putih. Figur Sinterklaas Amerika belakangan berangsur-angsur menjadi sebuah Sinterklaas bijaksana. Awalnya, penulis Amerika yaitu Washington Owen dalam drama komedinya (Sejarah New York) melukiskan Sinterklaas sebagai seorang kakek Belanda yang gemuk dan bundar. Tahun 1823, penyair Clement Moore dalam sajak dan lagunya “Kesan St.Nicholas” mendramakan figur Saint Nicholas, itulah kakek Natal (Sinterklaas). Pada tahun 1960-an produser film kartun Thomas Nash melukis seorang kakek Natal (Sinterklaas) yang ramah-tamah dan gemuk sebagai ilustrasi.
Seiring dengan berlalunya waktu, figur Sinterklaas menyebar ke seluruh pelosok dunia. Sejumlah besar negara juga menyimpan legenda yang berhubungan dengannya. Sinterklaas dari Perancis bernama Father Christmas atau Pere Noel, Sinterklass dari Swiss bernama Christkindl atau Christ Child, dan Sinterklaas dari Inggris namanya sama dengan Perancis yaitu Father Christmas, figurnya lebih khidmat dibandingkan dengan Sinterklaas lainnya, sedikit lebih kurus. Dan Sinterklaas dari Amerika Utara adalah mengendarai rusa salju yang menarik kereta luncur membagi-bagikan hadiah.

Sumber: sumber :http://misteridunia.byethost10.com/

Sejarah Kong Hu Cu

Lahir sekitar tahun 551 SM di kota kecil Lu, kini masuk wilayah propinsi Shantung di timur laut daratan Cina. Dalam usia muda ditinggal mati ayah, membuatnya hidup sengsara di samping ibunya.
Waktu berangkat dewasa dia jadi pegawai negeri kelas teri tapi sesudah selang beberapa tahun dia memutuskan mendingan copot diri saja. Sepanjang enam belas tahun berikutnya Kong Hu-Cu jadi guru, sedikit demi sedikit mencari pengaruh dan pengikut anutan filosofinya. Menginjak umur lima puluh tahun bintangnya mulai bersinar karena dia dapat kedudukan tinggi di pemerintahan kota Lu.
Sang nasib baik rupanya tidak selamanya ramah karena orang-orang yang dengki dengan ulah ini dan ulah itu menyeretnya ke pengadilan sehingga bukan saja berhasil mencopotnya dari kursi jabatan tapi juga membuatnya meninggalkan kota. Tak kurang dari tiga belas tahun lamanya Kong Hu-Cu berkelana ke mana kaki melangkah, jadi guru keliling, baru pulang kerumah asal lima tahun sebelum wafatnya tahun 479 SM.
Kong Hu-Cu kerap dianggap selaku pendiri sebuah agama; anggapan ini tentu saja meleset. Dia jarang sekali mengkaitkan ajarannya dengan keTuhanan, menolak perbincangan alam akhirat, dan mengelak tegas setiap omongan yang berhubungan dengan soal-soal metaflsika. Dia -tak lebih dan tak kurang- seorang filosof sekuler, cuma berurusan dengan masalah-masalah moral politik dan pribadi serta tingkah laku akhlak.
Ada dua nilai yang teramat penting, kata Kong Hu-Cu, yaitu “Yen” dan “Li:” “Yen” sering diterjemahkan dengan kata “Cinta,” tapi sebetulnya lebih kena diartikan “Keramah-tamahan dalam hubungan dengan seseorang.” “Li” dilukiskan sebagai gabungan antara tingkah laku, ibadah, adat kebiasaan, tatakrama dan sopan santun.
Pemujaan terhadap leluhur, dasar bin dasarnya kepercayaan orang Cina bahkan sebelum lahirnya Kong Hu-Cu, lebih diteguhkan lagi dengan titik berat kesetiaan kepada sanak keluarga dan penghormatan terhadap orang tua. Ajaran Kong Hu-Cu juga menggaris bawahi arti penting kemestian seorang istri menaruh hormat dan taat kepada suami serta kemestian serupa dari seorang warga kepada pemerintahannya. Ini agak berbeda dengan cerita-cerita rakyat Cina yang senantiasa menentang tiap bentuk tirani. Kong Hu-Cu yakin, adanya negara itu tak lain untuk melayani kepentingan rakyat, bukan terputar balik. Tak jemu-jemunya Kong Hu-Cu menekankan bahwa penguasa mesti memerintah pertama-tama berlandaskan beri contoh teladan yang moralis dan bukannya lewat main keras dan kemplang. Dan salah satu hukum ajarannya sedikit mirip dengan “Golden Rule” nya Nasrani yang berbunyi “Apa yang kamu tidak suka orang lain berbuat terhadap dirimu, jangan lakukan.”
Pokok pandangan utama Kong Hu-Cu dasarnya teramat konservatif. Menurut hematnya, jaman keemasan sudah lampau, dan dia menghimbau baik penguasa maupun rakyat supaya kembali asal, berpegang pada ukuran moral yang genah, tidak ngelantur. Kenyataan yang ada bukanlah perkara yang mudah dihadapi. Keinginan Kong Hu-Cu agar cara memerintah bukan main bentak, melainkan lewat tunjukkan suri teladan yang baik tidak begitu lancar pada awal-awal jamannya. Karena itu, Kong Hu-Cu lebih mendekati seorang pembaharu, seorang inovator ketimbang apa yang sesungguhnya jadi idamannya.
Kong Hu-Cu hidup di jaman dinasti Chou, masa menyuburnya kehidupan intelektual di Cina, sedangkan penguasa saat itu tidak menggubris sama sekali petuah-petuahnya. Baru sesudah dia wafatlah ajaran-ajarannya menyebar luas ke seluruh pojok Cina.
Berbetulan dengan munculnya dinasti Ch’in tahun 221 SM, mengalami masa yang amat suram. Kaisar Shih Huang Ti, kaisar pertama dinasti Ch’ing bertekat bulat membabat habis penganut Kong Hu-Cu dan memenggal mata rantai yang menghubungi masa lampau. Dikeluarkannya perintah harian menggencet lumat ajaran-ajaran Kong Hu-Cu dan menggerakkan baik spion maupun tukang pukul dan pengacau profesional untuk melakukan penggeledahan besar-besaran, merampas semua buku yang memuat ajaran Kong Hu-Cu dan dicemplungkan ke dalam api unggun sampai hancur jadi abu. Kebejatan berencana ini rupanya tidak juga mempan. Tatkala dinasti Ch’ing mendekati saat ambruknya, penganut-penganut Kong Hu-Cu bangkit kembali bara semangatnya dan mengobarkan lagi doktrin Kong Hu-Cu. Di masa dinasti berikutnya (dinasti Han tahun 206 SM - 220 M). Confucianisme menjadi filsafat resmi negara Cina.
Mulai dari masa dinasti Han, kaisar-kaisar Cina setingkat demi setingkat mengembangkan sistem seleksi bagi mereka yang ingin jadi pegawai negeri dengan jalan menempuh ujian agar yang jadi pegawai negeri jangan orang serampangan melainkan punya standar kualitas baik ketrampilan maupun moralnya. Lama-lama seleksi makin terarah dan berbobot: mencantumkan mata ujian filosofi dasar Kong Hu-Cu. Berhubung jadi pegawal negeri itu merupakan jenjang tangga menuju kesejahteraan material dan keterangkatan status sosial, harap dimaklumi apabila di antara para peminat terjadi pertarungan sengit berebut tempat. Akibat berikutnya, ber generasi-generasi pentolan-pentolan intelektual Cina dalam jumlah besar-besaran menekuni sampai mata berkunang-kunang khazanah tulisan-tulisan klasik Khong Hu-Cu. Dan, selama berabad-abad seluruh pegawai negeri Cina terdiri dari orang-orang pandangannya berpijak pada filosofi Kong Hu-Cu. Sistem ini (dengan hanya sedikit selingan) berlangsung hampir selama dua ribu tahun, mulai tahun 100 SM sampai 1900 M.
Tapi, Confucianisme bukanlah semata filsafat resmi pemerintahan Cina, tapi juga diterima dan dihayati oleh sebagian terbesar orang Cina, berpengaruh sampai ke dasar-dasar kalbu mereka, menjadi pandu arah berfikir selama jangka waktu lebih dari dua ribu tahun.
Ada beberapa sebab mengapa Confucianisme punya pengaruh yang begitu dahsyat pada orang Cina. Pertama, kejujuran dan kepolosan Kong Hu-Cu tak perlu diragukan lagi. Kedua, dia seorang yang moderat dan praktis serta tak minta keliwat banyak hal-hal yang memang tak sanggup dilaksanakan orang. Jika Kong Hu-Cu kepingin seseorang jadi terhormat, orang itu tidak usah bersusah payah menjadi orang suci terlebih dahulu. Dalam hal ini, seperti dalam hal ajaran-ajarannya yang lain, dia mencerminkan dan sekaligus menterjemahkan watak praktis orang Cina. Segi inilah kemungkinan yang menjadi faktor terpokok kesuksesan ajaran-ajaran Kong Hu-Cu. Kong Hu-Cu tidaklah meminta keliwat banyak. Misalnya dia tidak minta orang Cina menukar dasar-dasar kepercayaan lamanya. Malah kebalikannya, Kong Hu-Cu ikut menunjang dengan bahasa yang jelas bersih agar mereka tidak perlu beringsut. Tampaknya, tidak ada seorang filosof mana pun di dunia yang begitu dekat bersentuhan dalam hal pandangan-pandangan yang mendasar dengan penduduk seperti halnya Kong Hu-Cu.
Confucianisme yang menekankan rangkaian kewajiban-kewajiban yang ditujukan kepada pribadi-pribadi ketimbang menonjolkan hak-haknya -rasanya sukar dicerna dan kurang menarik bagi ukuran dunia Barat. Sebagai filosofi kenegaraan tampak luar biasa efektif. Diukur dari sudut kemampuan memelihara kerukunan dan kesejahteraan dalam negeri Cina dalam jangka waktu tak kurang dari dua ribu tahun, jelaslah dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk pemerintahan terbaik di dunia.
Gagasan filosofi Kong Hu-Cu yang berakar dari kultur Cina, tidaklah berpengaruh banyak di luar wilayah Asia Timur. Di Korea dan Jepang memang kentara pengaruhnya dan ini disebabkan kedua negeri itu memang sangat dipengaruhi oleh kultur Cina.
Saat ini Confucianisme berada dalam keadaan guram di Cina. Masalahnya, pemerintah Komunis berusaha sekuat tenaga agar kaitan alam pikiran penduduk dengan masa lampau terputus samasekali. Dengan gigih dan sistematik Confucianisme digempur habis sehingga besar kemungkinan suatu saat yang tidak begitu jauh Confucianisme lenyap dari bumi Cina. Tapi karena di masa lampau, akar tunggang Confilcianisme begitu dalam menghunjam di bumi Cina, bukan mustahil -entah seratus atau seratus lima puluh lahun yang akan datang - beberapa filosof Cina sanggup mengawinkan dua gagasan besar: Confucianisme dan ajaran ajaran Mao Tse-Tung.
Sumber: sumber :http://misteridunia.byethost10.com

29 April 2011

peristiwa internasional yang mempengaruhi indonesia

Tahun

Peristiwa internasional

Pengaruh pada nasional

catatan

1890-an

Muncul konsep Negara bangsa oleh Ernest reenan yang menyebabkan berdirinya Negara bangsa di eropa

1899

Pemerintah hindia belanda memberlakukan politik etis di hindia belanda

Berdampak pada munculnya beberapa inteletual muda yang bersentuhan dengan pemikiran barat, termasuk tentang nasionalisme

1908 - 1926

Berdiri berbagai macam organisasi di hindia belanda ( island people ) seperti BO, SI, NU, dsb

1917

Revolusi Bolshevik soviet

Lihat pemberontakan komunis di Indonesia tahun 1926 dan 1948

1918

Muncul perang dunia I diantara berbagai Negara bangsa eropa

Terjadi sebagai dampak munculnya Negara bangsa eropa dan perebutan Negara jajahan di asia dan afrika

1926

Pemberontakan partai komunis hindia belanda

Pemberontakan ini banyak diilhami oleh terjadinya revolusi Bolshevik di uni soviet, sejak itu banyak tokoh Indonesia yang melakukan kontak dengan uni soviet

1928

Terjadi kristalisasi konsep kebangsaan di kalangan masyarakat Indonesia yang tercermin dalam peristiwa soempah pemoeda

1930-an

Terjadi resesi ekonomi di Negara – Negara kapitalis yang menyebabkan terjadinya konflik antar mereka dalam memperebutkan Negara jajahan. Terjadinya konsolidasi diantara mereka yang menyebabkan timbulnya blok axis ( jepang & jerman ) dan allies ( sekutu )

Pada saat ini AS mulai menyusun konsep sosiologi untuk membuat rekayasa social yang akan diterapkan di Negara jajahan sosiolog yang menyusun konsep ini adalah Talcott Parsons

1939 - 1945

Terjadi perang dunia II antara sekutu melawan Axis

Konsolidasi untuk merealisasikan konsep Negara bangsa

1944

Pertemuan Bretton woods yang menghasilkan kesepakatan dibentuknya PBB, World Bank, IBRD, IMF, dan GATT

Lembaga – lembaga ini dibentuk sebagai antisipasi atas kemerdekaan Negara – Negara jajahan. Kebijakan inilah yang memicu tumbuhnya perusahaan – perusahaan besar Negara maju dan mulai merambah ke Negara – Negara berkembang. Inilah yang disebut MNC ( Multi National Coorporation ) dan TNC ( Trans National Coorporation ).

1945

PBB berdiri, ditanda tangani deklarasi HAM

Muncul Negara bangsa Indonesia melalui Proklamasi kemerdekaan RI dengan memanfaatkan kondisi konflik internasional.

Pada decade ini, setelah ada PBB dan piagam HAM banyak Negara jajahan yang memperoleh kemerdekaan.

Okt 1945

keluar resolusi jihad dari NU yang berisi seruan perang suci untuk menghadapi serangan serangan sekutu. Seruan ini diambil karena tidak ada tindakan tegas dari TNI untuk menghadapi serangan sekutu yang ingin merebut kembali NKRI

Seruan ini membangkitkan semangat perjuangan umat islam ( NU ) hingga menyebabkan berkobarnya pertarungan di berbagai tempat khususnya di Surabaya yang melahirkan peristiwa 10 november yang kemudian dikenal dengan hari pahlawan nasional

1948

Presiden AS melakukan pertemuan dengan para pakar di MIT untuk membahas strategi mengendalikan Negara – Negara yang baru merdeka, di sepakati penerapan ideology developmentalisme di Negara berkembang

Dengan diterapkannya ideology developmentalisme maka diberlakukanlah konsep ekonomi pertumbuhan dari WW. Rostow dan sosiologi struktualisme fungsional dari Talcott Parsons

1948

Partai komunis cina di bawah pimpinan Mao Ze Dong merebut kekuatan di cina daratan setelah mengalahkan jepang dan partai nasionalis cina

Terjadi pemberontakan PKI

Munculnya berbagai gejolak di Indonesia pada masa awal kemerdekaan hingga runtuhnya Soekarno ditengarai sebagai dampak perebutan pengaruh dari AS sebagai wakil kapitalisme dan US sebagai wakil komunisme yang sedang terlibat dalam perang dingin setelah PD II

Lihat pemberontakan G-30 S/ PKI tahun 1965 di indonesia

Nov.1949

Keluar UUD RIS

Jan 1950 sd 1958

Muncul gerakan separatis di Indonesia di mulai dari Negara pasundan dan di akhiri PRRI / Permesta.

1955

Dilaksanakan pemilu yang pertama setelah Indonesia merdeka

Dalam pemilu ini partai besar diperoleh PNI NU, masyumi dan PKI NU memperoleh suara 18%. Tiga kekuatan : PKI, NU,PNI akhirnya menjadi kekuatan penyangga bung karno. Hasil pemilu ini membuat maneuver politik Negara kapitalis ( AS ) di Indonesia semakin meningkat.

1955

Konfrensi ASIA AFRIKA di bandung

Konfrensi ini diprakarsai oleh bung karno sebagai respon atas tekanan Negara – Negara kapitalis terhadap Negara asia afrika yang baru saja merdeka

1955 - 1965

Perang dingin makin meningkat, khususnya setelah Negara – Negara di belahan Asteng ( kamboja, korea ) berhasil jatuh ke tangan blok komunisme

Konflik dan intrik antar kelompok makin meningkat khususnya ABRI, PKI, Masyumi

1960-an

Rostow dan Parson meluncurkan sebuah buku yang berisi tentang konsep sosio – ekonomi yang harus diterapkan di dunia ketiga. Buku ini selanjutnya menjadi acuan barat dalam melakukan social engineriing di Negara – Negara berkembang.

Dengan diterapkannya konsep sosio ekonomi Rostow, maka perusahaan – perusahaan MNC dan TNC mulai berkembang pesat di berbagai belahan dunia termasuk di Negara – Negara dunia ketiga

1962

Presiden AS JF Kennedy mati ditembak

Sejak saat itu politik AS bergerak ke kanan sehingga menyebabkan gerakan ultra kanan mulai bermunculan di daerah Satelit Amerika

1965

Terjadi gerakan G30 S/PKI yang mengantarkan soeharto menjadi presiden

Tragedy ini terjadi atas campur tangan AS

1968

Diterapkan kebijakan developmentalisme di indonesia

Hal ini menandai kemenangan kapitalisme di Indonesia. Secara sosiologis konsep parsons dengan strukturalisme fungsional dijalankan, juga konsep ekonomi pertumbuhan yang di gagas Rostow. Rekayasa social untuk mengokohkan modernism dengan menyingkirkan kelompok tradisional

1974

Terjadi peristiwa malari

Peristiwa ini di dalangi AS, sebagai respons atas dominasi modal jepang di indonesia

1 974

Negara – Negara komunisme mulai memperkuat pengaruhnya di asia tenggara khususnya di Vietnam, Portugal meninggalkan timor timur

Penyerbuan ke timor timur melalui operasi seroja mulai dilakukan setelah kunjungan Presiden dan Menlu AS ke Indonesia

Hal ini dilakukan sebagai respon atas sikap Portugal yang cenderung memihak komunisme sehingga dikhawatirkan timor timur akan menjadi pangkalan penyebaran kelompok komunis, juga sebagai sinyal AS pada US

1978

Revolusi islam iran yang di pimpin Ayatulloh Khomeini, berhasil meruntuhkan rezim Syah Iran sehingga memancing Negara – Negara barat

Revolusi ini menjadi acuan gerakan fundamentalisme islam seluruh dunia

1988

Lahir kebijakan Pakto 88 yang berisi liberalisasi sector perbankan

Kebijakan ini telah menyebabkan berdirinya bank – bank swasta secara besar – besaran sehingga menyebabkan terjadinya kredit macet yang cukup besar yang merusak fundamen ekonomi nasional

1989

Tembok berlin di Jerman jebol, karena gerakan reformasi menuntut jerman bersatu

Gerakan ini menandai runtuh dan gagalnya ideology komunisme

1990

Uni Soviet runtuh diikuti Negara – Negara komunis di Eropa timur

Runtuhnya UNi Soviet tidak bisa lepas dari peran Amerika yang melakukan tekanan atas mata uang rubel dan embargo suplai gandum, hal ini menandai berakhirnya dukungan AS pada Indonesia

1991

Diluncurkan buku Third Wave Democratization karya Samuel P. Huntington pada saat yang sama dimulai demiliterisasi satelit AS

1992

AS menutup pangkalan militernya di Philipine

Terjadi proses “ Penghijaun Politik “ oleh ICMI.

Pemerintah membentuk Panitia Kredit Luar Negri ( PKLN ) . panitia ini dibentuk untuk menahan agar BUMN tidak terjebak pada hutang luar negri yang berlebihan. Sementara swasta diberi kebebasan untuk membuat utang devisa dengan jaminan Commercial Paper yang berjangka waktu lima tahun

Sebagai gantinya pangkalan militer di Filipina diperkirakan As perlu mencarai pangkalan lain di wilayah Asia Tenggara yang berada di bawah pengaruhnya.

Lihat kerusuhan Aceh dan Ambon tahun 1999

Proses ini berpijak pada semangat fundamentalisme islam sebagaimana terjadi dalam revolusi iran

Kredit ini sengaja diberikan Negara kapitalis pada acara pengusaha swasta Indonesia dengan tujuan untuk mengurangi bantuan, juga sebagai persiapan untuk melakukan ekspansi bisnis dengan cara mengambil alih saham perusahaan yang tidak bisa membayar hutang

1994

Desakan agar modal asing dapat membeli saham 100% di bursa efek dan tuntutan HGU atas tanah di perpanjang menjadi satu abad

1994

Seorang intelektual AS, Samuel P. Hungtington mengarang buku yang berjudul “ Clash of Civilization “. Dalam waktu yang bersamaan Anthony Giddens mengarang buku yang berjudul “ Beyond Left and Right “ dan kemudian buku “ The Third Way “

Kedua buku ini memprediksi kondisi social masyarakat pasca perang dingin. Hungtington menyatakan akan terjadi benturan peradaban antara barat yang terdiri dari WASP ( white anglo-saxon protestan ) dan timur yang terdiri dari islam dan confucianisme. Sedangkan giddens membuat suatu konstruksi social dengan membayangkan kehancuran komunisme dan awal keruntuhan kapitalisme. Konstruksi ini disebutnya sebagai “ jalan ketiga “

1996

Mulai dihembuskannya kampanye anti militer oleh beberapa LSM di indonesia

Hal ini dilakukan oleh kapitalis untuk menyingkirkan militer dari panggung politik Indonesia karena dianggap sudah tidak dibutuhkan lagi.

Pada saat ini berkembang tema tentang masyarakat sipil yang kuat atau Strong civilan domination

1997

Anthony giddens dan R. dahrendof mulai menggagas konsep ideology pasca perang dingin yang mengacu pada terbentuknya supremasi sipil yang terdidik

Dampak dari hal ini adalah munculnya lembaga pendidikan formal yang bekerja sama dengan luar negeri meski lembaga tersebut tidak memiliki kualitas yang baik.

Mulai muncul krisis moneter

Krisis moneter terjadi karena pada tahun ini jangka waktu pengembalian utang luar negeri oleh perusahaan swasta telah jatuh tempo.

Nilai tukar rupiah jatuh secara drastic, akibatnya sector ekonomi riil runtuh total.

1998

Presiden soeharto menandatangani Letter of intent dengan managing director IMF, Michael Camdessus

Presiden Soeharto jatuh, didahului dengan kerusuhan anti cina tanggal 13 – 14 mei

Mulainya pendiktean kebijakan ekonomi Indonesia oleh actor – actor geo-politik dan geo-ekonomi internasional.

Kerusuhan ini sebagai eksperimen dari scenario social hungtington yakni benturan antara islam dan cina. Jatuhnya soeharto juga tidak lepas dari peran AS, yang waktu itu menghadirkan kapal tempurnya di perairan lautan bebas, sedikit di luar garis batas laut wilayah NKRI.

Januari 1999

Mata uang Euro diberlakukan sebagai alat tukar di eropa

Kerusuhan di Ambon terjadi

Mulai terciptanya dunia keuangan tripolar ( US dollar, euro dan yen )

Hal ini diindikasikan sebagai eksperimentasi pemikiran hungtington yang mencerminkan benturan islam dan Kristen.

Juni 1999

Pemilu Multi Partai yang pertama setelah orde baru

Hal ini dimaksudkan sebagai upaya mencari legitimasi untuk mengokohkan sistem yang ada dan mengganti para actor yang akan bermain bermain kelak. Dengan demikian pemilu sebenarnya tak lebih merupakan media pemutihan politik sekaligus alat untuk memperkokoh kapitalisme lanjut di Indonesia.

Juli 1999

Nilai rupiah menguat

Dengan menguatnya nilai rupiah, sector ekspor mengalami kemunduran besar, hal ini menyebabkan kedua pijakan ekonomi Indonesia ( sector riil dan sector ekspor, mengalami kelumpuhan.

Agustus 1999

Dibentuknya AMF ( asian monetary fund ) oleh EAEC ( east asian economy caucus ) yang terdiri dari yen, yuan, won, dan ringgit.

Skandal bank bali diperkirakan ada 3-5 bank lagi dengan masalah sejenis. Nilai tukar rupiah merosot lagi.

Belum dapat diduga apakah AMF ini akan menjadi intitusi mengimbangi IMF ataukah tersubordinasi di bawah IMF

September 1999

Pelelangan asset nasional

Dilakukan BPPN di bawah pengaruh kuat Citibank dan Standard

Chartered Bank.

Oktober 1999

Diselenggarakan siding umum MPR hasil pemilu 1999

Siapapun yang terpilih sebagai presiden akan mengalami kesulitan luar biasa untuk mengangkat kembali perekonomian indonesia

??????

Diperkirakan parpol – parpol akan silih berganti memenangkan pemilu.

Diperkirakan pula akan terbentuk institusi kepala Staf gabungan TNI yang akan dipimpin secara bergantian oleh masing – masing angkatan

Ketika parpol dan TNI tidak mampu melakukan konsolidasi politik maka tidak ada pihak yang mampu membuat kebijakan ek0nomi jangka panjang, sehingga akibatnya perekonomian Indonesia akan dikelola secara adhoc dan didikte oleh pasar modal, pasar financial maupun pasar komoditi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...